Rabu, 09 Oktober 2013

EDGE

5. Enhanced Data for Global Evolution (EDGE)
EDGE atau Enhanced Data for Global Evolution adalah teknologi evolusi dari GSM dan IS-136. Tujuan pengembangan teknologi baru ini adalah untuk meningkatkan kecepatan transmisi data, efesiensi spektrum, dan memungkinkannya penggunaan aplikasi-aplikasi baru serta meningkatkan kapasistas.

Pengaplikasian EDGE pada jaringan GSM fase 2+ seperti GPRS dan HSCSD dilakukan dengan penambahan lapisan fisik baru pada sisi Radio Access Network (RAN). Jadi tidak ada berubahan di sisi jaringan inti seperti MSC, SGSN, ataupun GGSN.

Kapasitas EDGE Sebagai Teknologi Data Transfer Tingkat Advance

Pada GPRS menawarkan kecepatan data sebesar 115 kbps, dan secara teori dapat mencapai 160 kbps. Sedangkan pada EDGE kecepatan datanya sbesar 384 kbps, dan secara teori dapat mencapai 473,6 kbps. Secara umum kecepatan EDGE tiga kali lebih besar dari GPRS. Hal ini dimungkinkan karena pada EDGE digunakan teknik modulasi (EDGE menggunakan 8PSK,GPRS menggunakan GMSK) dan metode toleransi kesalahan yang berbeda dengan GPRS, dan juga mekanisme adaptasi pranala yang diperbaiki. EDGE juga menggunakan coding scheme yang berbeda dengan GPRS. Dalam EDGE dikenal 9 macam skema pengkodean, sedangkan di GPRS hanya ada 4 skema pengkodean.

EDGE mengalami perkembangan dari beberapa generasi terdahulu. Perkembangan teknologi ini didahului oleh AMPS sebagai teknologi komunikasi seluler generasi pertama pada tahun 1978, hingga sekarang (tahun 2006), perkembangan nya sudah sampai pada teknologi generasi ke-4, walaupun masih dalam tahap penelitian dan uji coba. GSM sendiri sebagai salah satu teknologi komunikasi mobile generasi kedua, merupakan teknologi yang saat ini paling banyak digunakan di berbagai negara. Dalam perkembangannya, GSM yang mampu menyalurkan komunikasi suara dan data berkecepatan rendah (9.6 – 14.4 kbps), kemudian berkembang menjadi GPRS yang mampu menyalurkan suara dan juga data dengan kecepatan yang lebih baik,115 kbps.

Pada fase selanjutnya, meningkatnya kebutuhan akan sebuah system komunikasi mobile yang mampu menyalurkan data dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan untuk menjawab kebutuhan ini kemudian diperkenalkanlah EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) yang mampu menyalurkan data dengan kecepatan hingga 3 kali kecepatan GPRS, yaitu 384 kbps.

Pada pengembangan selanjutnya, diperkenalkanlah teknologi generasi ketiga, salah satunya UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service), yang mampu menyalurkan data dengan kecepatan hingga 2 Mbps. Dengan kecepatan hingga 2 Mbps, jaringan UMTS dapat melayani aplikasi-aplikasi multimedia (video streaming, akses internet ataupun video conference) melalui perangkat seluler dengan cukup baik. Perkembangan di dunia telekomunikasi seluler ini diyakini akan terus berkembang, hingga nantinya diperkenalkan teknologi-teknologi baru yang lebih baik dari yang ada saat ini. Akhir-akhir ini, para ilmuwan berusaha mengembangkan teknologi telekomunikasi seluler dengan jangkauan yang sangat lebar, tingkat mobilitas tinggi, layanan yang terintegrasi, dan berbasikan IP (mobile IP). Teknologi ini diperkenalkan dengan nama “Beyond 3G” atau 4G.

Kapasitas dan Kapabilitas EDGE Sebagai Teknologi Mobile Generasi Ketiga (3G)

Sebagaimana telah disinggung pada poin sebelumnya, EDGE memiliki keunggulan dalam transfer data, misalnya, teknologi EDGE bisa tiga kali lebih cepat dari teknologi GPRS. Artinya, bila pelanggan selular ingin mendownload pesan MMS dengan teknologi GPRS memerlukan waktu puluhan detik, tapi dengan teknologi EDGE, hanya perlu waktu beberapa detik saja.

Di Indonesia, teknologi EDGE sudah berkembang selama beberapa tahun sejak tahun terakhir EDGE. Perkembangan teknologi GSM di Indonesia bergulir secara pesat dimulai dengan penggelaran secara serempak dual band (GSM 900 dan 1800) dan dilanjutkan penggelaran GPRS secara serempak, telah berhasil menghantar industri memasuki fase 2,5 secara tidak terasa. Belum lama teknologi 2,5G bergulir, lahirlah teknologi 3G yang membawa revolusi dalam teknologi seluler Indonesia. Beberapa provider di Indonesia, seperti Indosat, Telkomsel, dan Excelcomindo berlomba- lomba menciptakan inovasi baru dengan mengusung teknologi 3G. Banyak masyarakat indonesia terutama bagi mereka yang tinggal di kota besar deperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya yang menggunakan berbagai layanan 3G yang tersedia seperti panggilan video, download content, akses internet kecepatan tinggi, dll.

Setelah kurang lebih 2 tahun diperkenalkan 3G di Indonesia sekarang sudah muncul evolusi dari 3G yang dikenal dengan nama HSDPA atau 3,5G. HSDPA atau High Speed Downlink Packet Access merupakan teknologi yang berjalan pada platform 3G pada channel baru yang disebut High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH). Dengan HDSPA, kecepatan downlink secara teori dapat mencapai 3,6 Mbps bandingkan dengan 3G yang hanya mencapai 384 Kbps. Karena masih berjalan pada platform 3G namun dengan kecepatan melampaui kecepatan 3G standar maka teknologi ini disebut juga sebagai 3,5G. Sebenernya perkembangan teknologi HSDPA pada 3G hampir mirip dengan perkembangan teknologi EDGE atau Enhanced GPRS (EGPRS) pada GPRS. Perlu diketahui, EDGE memiliki kecepatan downlink mencapai 236 Kbps, cukup cepat jika dibandingkan dengan GPRS standar yang memiliki kecepatan sekitar 50 Kbps. Karena hal tersebut pula teknologi EDGE atau EGPRS juga dikenal dengan nama teknologi 2,75G


 
SUMBER :KLIK DISINI

GPRS

•GPRS (singkatan bahasa Inggris: General Packet Radio Service, GPRS) adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat jika dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD. Sering disebut pula dengan teknologi 2,5G.
•GPRS merupakan sistem transmisi berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip 'tunnelling'. Ia menawarkan laju data yang lebih tinggi. Laju datanya secara kasar sampai 160 kbps dibandingkan dengan 9,6kbps yang dapat disediakan oleh rangkaian tersakelar GSM.

•Kanal-kanal radio ganda dapat dialokasikan bagi seorang pengguna dan kanal yang sama dapat pula digunakan secara berbagi ('sharing') di antara beberapa pengguna sehingga menjadi sangat efisien.
•Dalam teorinya GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga memungkinkan akses internet, pengiriman data multimedia ke komputer, notebook dan handheld computer. Namun, dalam implementasinya, hal tersebut sangat tergantung faktor-faktor sebagai berikut:
•Konfigurasi dan alokasi time slot pada level BTS
•Software yang dipergunakan
•Dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan

KOMPONEN UTAMA DALAM GPRS

•komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah :
GGSN (Gateway GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan GPRS ke jaringan internet. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai interface ke PDN (Public Data Network), information routing, network screening, user screening, address mapping.
SGSN (Serving GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS. Komponen ini berfungsi untuk mengantarkan paket data ke MS, update pelanggan ke HLR, registrasi pelanggan baru.
PCU : komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS

•SGSN bertugas : 1. Mengirim paket ke Mobile Station (MS) dalam satu area 2. Mengirim sejumlah pertanyaan ke HLR untuk memperoleh profile data pelanggan GPRS (management mobility) 3. Mendeteksi MS-GPRS yang baru dalam suatu area servis yang menjadi tanggung jawabnya (location management) 4. SGSN dihubungkan ke BSS pada GSM dengan koneksi Frame Relay melalui PCU (Packet Control Unit) di dalam BSC
•GGSN bertugas : 1. Sebagai interface ke jaringan IP external seperti : public internet atau mobile service provider 2. Meng-update informasi routing dari PDU ( Protokol Data Units ) ke SGSN.

SUMBER :KLIK DISINI

GSM

  • GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)
         GSM (singkatan bahasa Inggris: Global System for Mobile Communications,GSM ) adalah salah satu standar sistem komunikasi nirkabel(wireless) yang bersifatterbuka. Telepon GSM digunakan oleh lebih dari satu milyar orang di lebih dari 200 negara.Banyaknya standar GSM ini membuat roaming internasional sangat umum dengan “persetujuanroaming” antar operator telepon genggam. Ada pun pengertian lain dari Global System for Mobilecommunication (GSM) adalah sebuah standar global untuk komunikasi bergerak digital. GSM adalahnama dari sebuah group standarisasi yang dibentuk di Eropa tahun 1982 untuk menciptakansebuah standar bersama telpon bergerak selular di Eropa yang beroperasi pada daerah frekuensi900MHz. GSM saat ini banyak digunakan di negara-negara di dunia.GSM berbeda banyak dengan teknologi sebelumnya dalam pensinyalan dan “channel” pembicaraan adalah digital, yang berarti iadipandang sebagai sistem telepon genggam generasi kedua (2G). GSM merupakan sebuah standar terbuka yang sekarang ini dikembangkan oleh 3GPP.
 GAMBAR GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)
        GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM)Dari sudut pandang konsumen, keuntungan kunci dari sistem GSM adalah kualitas suara digital yang lebih tinggi dan alternatif biaya rendah untuk menelpon dan juga pesan teks. Keuntungan bagi operator jaringan adalah kemampuannya menerapkan peralatan dari ”vendor” yang berbeda karena standar terbuka membuat inter-operasi menjadi mudah. Juga, standar ini telah mengizinkan operator jaringan untuk menawarkan jasa roaming yang berarti pengguna dapat menggunakan telepon mereka di seluruh dunia.GSM terus mendapat kompatibilitas dengan generasi sebelumnya, selagi standar GSM ini terus berkembang, contohnya kemampuan paket data ditambahkan ke versi Release ’97 dari standar ini, dengan cara GPRS. Data transmisi kecepatan tinggi juga telah diperkenalkan denganEDGE dalam versi Release 99 dari standar ini.
 
SUMBER :KLIK DISINI

3G

  • 3G (Generasi Ketiga)
 
 video call dengan 3G
         UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) adalah perkembangan lebih lanjut dari EDGE. UMTS sering disebut generasi ke tiga (3G). Selain menyediakan fasilitas akses internet (e-mail, mms, dan browsing), UMTS juga menyediakan fasilitas video streaming, video conference, dan video calling). Secara teori kecepatan akses UMTS sekitar 480kbps.
3.5G
         HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan perkembangan akses data selanjutnya dari 3G. HSDPA sering disebut dengan generasi 3.5 (3.5G) karena HSDPA masih berjalan pada platform 3G. Secara teori kecepatan akses data HSDPA sama seperti 480kbps, tapi pastinya HSDPA lebih cepat.
         Setelah beberapa tahun, CDMA 2000 mengupgrade teknologi jaringan evdo mereka. menjadi EVDO rev A. teknologi ini memiliki kecepatan 10 kali lebih cepat dari evdo rev 0. Juga UMTS yang menguprade teknologi mereka ke HSDPA dan HSUPA. inilah yang dinamakan 3.5G.
 
SUMBER :KLIK DISINI

2G

  • 2G (Generasi Kedua)

         Pada awal tahun 90-an untuk pertama kalinya muncul teknologi jaringan seluler digital. yang hampir bisa dipastikan memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan teknologi jaringan analog (1G) seperti suara lebih jernih, keamanan lebih terjaga dan kapaistas yg lebih besar. GSM muncul terlebih dahulu di Eropa sementara Amerika mengandalkan D-AMPS dan Quallcomm CDMA pertama mereka. kedua sistem ini (GSM dan CDMA) mewakili generasi ke dua (2G) dari teknlogi jaringan nirkabel.
         Generasi kedua memiliki memiliki fitur CSD sehingga transfer data lebih cepat dengan kecepatan sekitar 14.4 kbps. Pada generasi 2G ini pemilik juga dapat mengirimkan pesan teks melaui handphone sehingga tidak memerlukan pager lagi. Akan tetapi Fitur CSD ini membuat Tagihan bualanan membengkak karena jika ingin terhubung ke internet harus menggunakan dialup yang dihitung permenit.
2.5G
         GPRS (The General Packet Radio Service) – 2.5G – adalah terobosan terbaru di generasi ke dua ini, lahir pada tahu 1997 GPRS dengan sigap menggantikan CSD yang boros. Dengan GPRS bisa dipastikanbahwa pengguna akan “Always on”. Pengguna dapat terhubung ke internet dimana saja dan kapan saja. Secara teori kecepatan GPRS mampu mencapai 115 kbps walau kenyataan kini berkata lain. GPRS juga membuat pengguna lebih hemat karena hitungannya menjadi per kilobyte bukan lagi permenit seperti CSD. Fasilitas yang diberikan oleh GPRS antara lain e-mail, mms, browsing, dan  internet.
2.75 G
         Antara tahun 2001 sampai 2003, EVDO Rev 0 pada CDMA2000 dan UMTS pada GSM pertama yang merupakan cikal bakal dari 3G mulai diperkenalkan. Tapi ini bukan berarti GPRS telah mati. Justru saat muncul EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) ini diharapkan akan menjadi pengganti GPRS yang baik, karena tidak perlu mengupgrade hardware secara ekstrem dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Dengan EDGE pengguna sudah dapat merasakan kecepatan dua kali lebih cepat daripada GPRS akan tetapi tetap saja masih kurang cepat dari 3G.
EDGE (Enhanced Data for Global Evolution) : teknologi perkembangan dari GSM, rata-rata memiliki kecepatan 3kali dari kecepatan GPRS. Kecepatan akses EDGE secara teori sekitar 384kbps. Fasilitas yang disediakan EDGE sama seperti GPRS. Beberapa sumber menyebutkan bahwa EDGE ini termasuk ke dalam 2.75 G, sehingga ia adalah peralihan dari 2G ke 3G.
 
SUMBER :KLIK DISINI

Selasa, 17 September 2013

KONVERSI HEXADESIMAL KE DESIMAL

Konversi Bilangan Heksadesimal ke Desimal dan Sebaliknya


A.      Pengenalan Bilangan Heksadesimal
Bilangan heksadesimal atau bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16  buah simbol. Simbol yang digunakan dari sistem ini adalah angka 0 sampai 9, kemudian dilanjut dengan menggunakan huruf A sampai F.
Selengkapnya simbol yang digunakan dalam sistem bilangan Heksadesimal adalah ( 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F) Dimana A = 10, B = 11, C= 12, D = 13 , E = 14 dan F = 15. Sistem bilangan ini digunakan untuk menampilkan nilai alamat memori dalam pemrograman komputer
B.       Konversi Bilangan Heksadesimal ke Desimal
Konversi bilangan adalah suatu proses dimana satu system bilangan dengan basis tertentu akan dijadikan bilangan dengan basis yang lain. Cara untuk mengkonversi bilangan heksadesimal kedalam bentuk bilangan desimal terdapat dua cara yaitu dengan mengunakan perhitungan manual yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position valuenya.
Langkah-langkah :
§   Digit-digit dipisahkan. Dan jika terdapat huruf A-F menggantinya dengan bilangan desimal padananya
§   Mengalikan dari tiap digit terhadap nilai tempatnya.
Cara yang kedua yaitu dngan menggunakan microsoft excel yang dapat dilakukan dengan mudah dan lebih cepat.
Contoh Soal dan Penyelesaiannya
Berikut ini adalah contoh perhitungan secara manual dimana  bilangan hexadesimal akan dikonversi menjadi bilangan desimal
Contoh 1 : bilangan heksadesimal 3116
Untuk mengkonversi 31 menjadi bilangan desimal maka dapat digunakan perhitungan berikut :

3 x 16= 3 x 16 = 48
1 x 16= 1 x 1 = 1
 total  48 + 1 = 49
.:: Dengan demikian, bilangan 3116 heksadesimal sama dengan bilangan desimal 4910
Contoh 2 : bilangan hexsadecimal 15F16 
Untuk mengkonversi 15F16 menjadi bilangan desimal maka dapat digunakan perhitungan berikut : ( terdiri dari 3 digit, maka perpangkatan dimulai dari 2-0)
1 x 162 = 1 x 256 = 256
5 x 161 = 5 x 16 = 80
F x 160 = 15 x 1 = 15

256 +80 +15 =351 
.:: Jadi bilangan desimal dari bilangan heksadesimal  15F16 adalah 35110
Contoh 3 : bilangan heksadesimal 10E16. (terdiri dari 3 digit, maka perpangkatan dimulai dari 2-0)
1 x 16= 1 x 256 = 256
0 x 16= 0 x 16 = 0
E x 16= 14 x 1 = 14       
      256 + 0 + 14 = 270
 Jadi bilangan desimal dari bilangan heksadesimal  10E16 adalah 27010
Contoh 4: bilangan heksadesimal  C6E516 (terdiri dari 4 digit, maka perpangkatan dimulai dari 3-0)
C x 16= 12 x 4096 = 49152
6 x 16= 6 x 256 = 1536
E x 16= 14 x 16 =  224
5 x 16= 5 x 1 = 5

49152 + 1536 +  224 + 5 = 50917
Berikut ini adalah contoh perhitungan dengan menggunakan Microsoft Excel dimana  bilangan hexadesimal akan dikonversi menjadi bilangan desimal. Dengan menggunakan microsoft excel proses konversi bilangan heksadesimal bilangan desimal , biner dan oktal dapat dilakukan dengan mudah dan lebih cepat.
Contoh, konversi bilangan heksa 15F16 ke bilangan desimal
1.      Buka Ms.Excel, lalu ketikkan bilangan heksadesimal pada cell, misal pada cell A1



2.      Untuk melakukan perhitungan atau konversi bilangan hexadesimal ke desimal ketikkan rumus pada cell B1 dan  gunakan rumus berikut:=HEX2DEC(A1)  lalu Enter.


C.       Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Heksadesimal
Untuk mengkonversi sistem dari bilangan desimal ke heksadesimal yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16 kemudian diambil sisa pembagiannya
Contoh Soal dan Penyelesaiannya
Contoh 1 : Bilangan desimal 24310.
 243 : 16 = 15  sisa 3.
15    : 16 = 0    sisa 15.         15 = F
0 :  16 = 0 sisa 0….(end)
.::  Jadi bilangan Heksadesimal dari bilangan desimal 24310  adalah F316
Contoh 2 : Bilangan desimal 27010
      270 : 16 = 16  sisa 14.     14 = E
16    : 16 = 1    sisa 0.      
1      :  16 = 0 sisa 1
.::  Jadi bilangan Heksadesimal dari bilangan desimal 27010  adalah 10E16
Contoh 3 : Bilangan desimal 1117210
11172 : 16 = 698  sisa 4.   
698    : 16    = 43    sisa 10.      10 = A    
43      :  16   = 2      sisa 11       11 = B
2        : 16   = 0       sisa 2
.::  Jadi bilangan Heksadesimal dari bilangan desimal 1117210  adalah 2BA416
Mengkonversi bilangan desimal ke Heksadesimal dengan menggunakan perhitungan Microsoft Excel caranya sama saja dengan mengkonversi heksadesimal ke desimal, cukup hanya membalik rumus excelnya yaitu =DEC2HEX(A1) misal bilangan desimal terletak pada cell A1.


KONVERSI BILANGAN DESIMAL KE HEXADESIMAL

Konversi Desimal ke Heksadesimal

5 Juni 2009
Bilangan desimal tersusun atas 10 digit yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9, sedangkan bilangan heksadesimal tersusun atas 16 digit yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F. Kita perhatikan bahwa 10 digit pertama bilangan heksadesimal merupakan bilangan desimal. Dapat dikatakan bahwa bilangan desimal merupakan himpunan bagian dari bilangan heksadesimal.
Dari sisi pemrograman bilangan desimal berlaku secara umum; sedangkan bilangan heksadesimal umumnya digunakan untuk mempersingkat penulisan bilangan desimal atau biner. Implementasi bilangan heksadesimal banyak terlihat dalam pengelamatan memori komputer.
Desimal Heksadesimal
0              0
1              1
2              2
3              3
4              4
5              5
6              6
7              7
8              8
9              9
10            A
11            B
12            C
13            D
14            E
15            F
Untuk melakukan pengubahan bilangan desimal ke heksadesimal adalah dengan membagikan bilangan desimal dengan angka 16 sebagai basis bilangan heksadesimal. Sebagai contoh misalkan terdapat bilangan desimal 9 maka bilangan heksadesimalnya adalah:
9 : 16 = 0 sisa 9
maka bilangan heksadesimal adalah 9
Misalkan terdapat bilangan desimal 25 maka bilangan heksadesimalnya adalah:
25 : 16 = 1 sisa 9
1 : 16 = 0 sisa 1
sehingga bilangan heksadeimalnya adalah 19
Algoritma:
0. Mulai
1. Tentukan bilangan desimal, mis N
2. Selama N>16 kerjakan
Hasil = N Div 16
Sisa = N Mod 16
N = Hasil
Heksa=Heksa + Sisa
3. Ulangi ke 2
4. Cetak Heksa
5. Selesai
Implementasi
Private Sub Form_Activate()
  Dim N,Hasil,Sisa As Byte
  Dim Heksa As String
  Heksa=""
  While N>16
    Hasil=N Div 16
    Sisa = N Mod 16
    N = Hasil
    Heksa=Heksa+Sisa
  Wend
   Print Heksa
End Sub